Salah satu
novel yang paling berkesan tentang tsunami Aceh dan sudah difilmkan dengan
judul yang sama.
Cerita novel
ini sangat sederhana dimana seorang anak bernama Delisa yang mendapat tugas
menghafal bacaan shalat oleh gurunya. Ibu Delisa menjanjikan akan memberikan Delisa
kalung emas spesial dengan huruf D sesuai dengan namannya. Ayahnya juga
menjanjikan untuk membelikannya sepeda jika Delisa mampu menghafal dengan baik.
Motivasi ini membuat semangat Delisa menggebu-gebu untuk menunjukkan dia mampu
menghafal bacaan shalat.
Di hari tes
bacaan shalat, 26 Desember 2004, di tengah Delisa melantunkan hafalannya dengan
sangat khusu’ gempa mengguncang Aceh...saat orang lain panik Delisa terus melantunkan
hafalannya berniat menyelesaikannya dengan sempurna, sayangnya sebelum tuntas bacaannya
Tsunami menghanyutkan tubuh kecil Delisa, Seminggu setelah kejadian berkat
Mukjizat Allah si kecil Delisa masih hidup dan ditemukan oleh relawan di semak
belukar. Kondisinya baik hanya satu kakinya perlu diamputasi dan dia bertemu
Ayahnya yang sudah beberapa hari mencarinya.Tak berapa lama Delisa dan Ayahnya
kembali ke desa mereka yang dalam kondisi hancur dan berusaha memulai hidup
mereka kembali.
Cerita ini
berputar pada semangat Delisa untuk menghafal bacaan shalat, semangatnya untuk
tetap hidup dalam kondisinya yang kehilangan hamper segalanya pada saat bencana
tsunami. Semangat gadis kecil ini menjadi hal yang menonjol di tenda
pengungsian yang suram dan menjadi hal yang menarik bagi para relawan yang
bertugas di desa tersebut. Bagi pembaca, tentu ini juga hal yang menarik
apalagi kalau kita pernah bersentuhan dengan pengalaman yang sama……
0 comments:
Post a Comment