Novel karya
Tasaro ini bercerita tentang 2 orang sahabat dengan profesi berbeda. Maruta, penulis
yang idealis menunggu kelahiran anaknya yang pertama dan Samudra seorang marinir
yang ditugaskan ke Aceh dalam Operasi Militer.
Cerita bermula
saat Maruta yang sangat tertarik dengan konflik di Aceh menerima kabar bahwa
Sahabatnya Samudra menjadi marinir dan bertugas di Aceh. Akhirnya dia
memutuskan untuk berangkat menuju Aceh meninggalkan istrinya yang hamil tua
untuk mencari kebenaran tentang konflik disana.
Menariknya buku
ini memadukan roman dan konflik dengan baik ceritanya mengalir walaupun
romantika yang ada terkesan kaku tetapi masih bisa kondisi perang dijadikan
alasan. Kusutnya konflik di Aceh yang diceritakan disini dari sudut pandang Maruta
yang mencari kebenaran sebagai bahan ceritanya dan mengikuti bagaimana
perjalanannya mencari cerita sampai ditahan oleh pasukan GAM karena dipikir
mata-mata. Dari sini jalan cerita seperti jalan takdir yang membawa Maruta
bertemu dengan Mala, gadis yang pernah bertemu Samudra dan ada “rasa” pada
prajurit tersebut. Takdir juga yang membawa berita bahwa Maruta di tahan oleh GAM
ke telinga Samudra dan membuat Mala sedikit bisa menerima Samudra.
Menuju akhir
cerita, Tsunami melanda Aceh membawa banyak perubahan dalam kehidupan Samudra,
Mala dan Maruta dan tentu saja Aceh.
Alur cerita
yang mengalir dan penjelasan konflik dari sudut pandang tokoh utama membuat
novel ini enak untuk dibaca
0 comments:
Post a Comment